
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Menjaga kesehatan jantung sering kali baru terasa penting ketika tubuh mulai memberikan tanda. Padahal, menjaga organ yang bekerja tanpa henti sejak pagi hingga malam dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Apa yang dikonsumsi, seberapa aktif tubuh bergerak, hingga bagaimana seseorang mengelola tekanan dalam keseharian, semuanya dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, mengingatkan bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan perhatian serius. Bahkan, penyakit jantung termasuk dalam daftar penyakit berbiaya tinggi yang dijamin melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Menjaga kesehatan jantung tidak harus dimulai dari hal yang sulit. Justru kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi investasi kesehatan untuk jangka panjang. Karena itu, kami mengajak peserta dan keluarga untuk mulai membiasakan pola hidup sehat sejak sekarang,” jelas Ita, Selasa (15/9) di Madiun.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah rutin beraktivitas fisik melalui Gerak 335, yaitu berolahraga secara rutin sesuai kemampuan tubuh. Selain membuat tubuh lebih aktif, olah raga juga dapat membantu menjaga kebugaran dan mengurangi berbagai faktor risiko penyakit tidak menular.
Pola makan juga tidak kalah penting. Peserta dan keluarga dapat mulai memperhatikan asupan sehari-hari dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan. Pilihan makanan yang lebih sehat, disertai porsi yang seimbang, menjadi bagian dari kebiasaan kecil yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Selain menjaga tubuh, kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Mengelola stres, memberikan waktu untuk beristirahat, serta menciptakan work-life balance dapat membantu seseorang menjalani aktivitas dengan lebih seimbang.
Ita juga mengajak peserta untuk tidak melewatkan Skrining Riwayat Kesehatan. Melalui skrining, peserta dapat mengetahui apakah dirinya memiliki risiko terhadap penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan penyakit tidak menular lainnya.
“Skrining Riwayat Kesehatan hanya membutuhkan waktu sekitar 5–10 menit, tetapi informasi yang diperoleh dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan lebih dini. Semakin cepat risiko diketahui, semakin cepat pula langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan,” tambahnya.
Skrining dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, maupun dengan datang langsung ke FKTP. Peserta juga diimbau memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, akses terhadap layanan dapat diperoleh sesuai ketentuan.
Bagi Ade, salah satu peserta JKN yang berasal dari segmen peserta mandiri, menjaga kesehatan bukan lagi sekadar tentang menerapkan pola hidup sehat, tetapi sudah menjadi bagian penting dari kehidupannya. Memiliki riwayat penyakit jantung membuatnya semakin menyadari bahwa kondisi kesehatan dapat berubah kapan saja. Karena itu, ia berusaha lebih memperhatikan kondisi tubuh, mulai dari menjaga pola makan, rutin bergerak, hingga tidak melewatkan pemeriksaan kesehatan.
Pengalaman tersebut juga membuat Ade semakin memahami pentingnya memiliki perlindungan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Baginya, ketika kesehatan menjadi sesuatu yang harus benar-benar dijaga, kepesertaan JKN memberikan rasa aman karena ia memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan ketika membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis.
“Setelah punya riwayat penyakit jantung, saya jadi lebih sadar bahwa kesehatan itu memang harus dijaga. Kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, saya berusaha menjaga pola makan, lebih banyak bergerak, dan rutin melakukan pemeriksaan. Menjadi peserta JKN juga penting sekali bagi saya, karena memberikan rasa tenang ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan,” ungkap Ade. (*/red)



