Bupati Sri Mulyani Minta Jajaran Dinkes Optimalkan Pelayanan


KLATEN, JATENG, BN – Bupati Sri Mulyani menggelar kegiatan makan siang bersama 625 tamu undangan yang berasal dari jajaran tenaga medis di Kabupaten Klaten. Kegiatan berlangsung di rumah dinas bupati, Senin (1/4) dihadiri kepala Puskesmas se-Kabupaten Klaten, bidan, tenaga gizi, petugas kesehatan lingkungan serta jajaran Dinas Kesehatan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Klaten Ronny Roekminto dalam pengantarnya membahas 4 pokok permasalahan kesehatan yang menjadi fokus penanganan kesehatan di Kabupaten Klaten.
“Empat pokok permasalahan kesehatan akan menjadi fokus penanganan kesehatan yaitu, angka kematian ibu hamil dan melahirkan, angka kematian bayi lahir, kasus stunting dan deklarasi ODF. Kita harapkan angka kematian ibu hamil semakin turun untuk tahun 2019,” kata Ronny.
Menurut Ronny, berdasarkan data yang ada, dalam kasus kematian bayi justru banyak terjadi di rumah sakit.
“Saya yakin rumah sakit telah mengadakan evaluasi, tapi kita harus tahu akar permasalahan dari kematian bayi lahir,” katanya.
Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Berdasarkan data, Pemantauan Status Gizi (PSG) pada 2017 menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia masih tinggi mencapai 29,6 persen. Angka ini masih di atas batasan yang ditetapkan WHO yakni 20 persen.
Penelitian Ricardo dalam Bhutta pada 2013 menyebutkan balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta jiwa atau 15 persen kematian anak balita di dunia dan menyebabkan 55 juta anak kehilangan masa hidup sehat setiap tahun.
Di Kabupaten Klaten sendiri terdapat 10 desa di 7 kecamatan yang menjadi prioritas penanganan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Cahyono Widodo menjelaskan terkait capaian Pemkab Klaten dalam penanganan Kesehatan. Menurutnya, ada 3 hal positif yaitu, pembangunan puskesmas daerah di seluruh Kabupaten Klaten yang sudah lebih dari 66 persen. Kemudian pengadaan sarana dan prasarana dukungan dari APBD mampu mendekati standar dari Kementerian Kesehatan dan berkaitan SDM dari PTT sebagian sudah diangkat menjadi PNS dan sudah memasuki tahap pemberkasan.
Bupati Sri Mulyani dalam sambutannya menekankan kembali target penurunan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi lahir pada tahun 2019.
“Masih ada 10 kecamatan yang belum mengadakan deklarasi ODF. Targetnya pada akhir bulan Mei 2019 seluruhnya sudah harus selesai. Saya minta tolong kepada kepala Puskesmas, Direktur RSUD Bagas Waras, jajaran Dinkes, target harus tercapai dan hasilnya dapat dinikmati seluruh masyarakat di Kabupaten Klaten,” kata Bupati Sri Mulyani. (rkt)



