ANAK SMP ICMS, JUARA OLIMPADE LEVEL SMA


BOGOR, JABAR, BN – Penyelenggaraan Olimpiade Sains 28 Februari lalu menjadi kejutan yang membanggakan. Ada siswa SMP berhasil merebut juara pertama dalam seleksi olimpiade bidang komputer untuk tingkat SMA.
Atas prestasi tersebut siswa yang bernama lengkap Ikhlasul Akmal Hanif berhak menjadi perwakilan kabupaten/kota untuk bertarung di tingkat provinsi.
Demikian kata Septi Nurhayati, S. Pd, Staf pengajar Sosiologi ICMS dalam pers rilisnya yang diterima bidiknasional.com.
Menurut Septi Nurhayati, sebelumnya siswa yang saat ini duduk di kelas IX SMP Insan Cendekia Magnet School (ICMS) Bogor juga beberapa kali mengharumkan nama sekolahnya. Pada penyelenggaraan olimpade tahun lalu, siswa yang akrab disapa Akmal ini juga meraih prestasi peringkat kedua dalam lomba matematika.
Selain itu, siswa yang dikenal sopan oleh guru-gurunya ini juga kerap mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional.
Pada 2016, Akmal meraih Merit Award pada lomba Challenge for Future Mathemathicians (CFM) untuk tingkat junior di Thailand. Tahun berikutnya, pada ajang International Mathematics Contest (IMC) di Singapura berhasil meraih medali perak.
Tidak hanya Akmal, murid ICMS lainnya juga berhasil masuk kedalam 10 besar lomba olimpiade. Pada bidang Biologi, Muhammad Maulana Zakki yang masih duduk di kelas X SMA berhasil meraih peringkat tujuh.
Selain lomba olimpiade sains, Zakki juga pernah mengikuti seleksi Olimpiade Biological Opus Fair seleksi region Jakarta. Sedangkan Syifa Rifa Rosyadah berada di peringkat kedelapan dalam mata pelajaran Geografi.
Kakak kelasnya yang sudah lulus juga pernah mendapatkan prestasi serupa. Abdurrahman Habibie pernah menyabet juara ketiga olimpiade matematika tingkat SMA. Atas prestasinya itu, Habibie telah diterima di ITB Bandung.
Prestasi yang diraih siswa siswi ICMS merupakan usaha keras, ketekunan, doa dan dukungan dari semua pihak. Sejak awal masuk guru bidang studi sudah melakukan monitoring kemampuan dan prestasi belajar.
Anak yang memiliki potensi kemudian direkrut dalam pembelajaran intensif Club Bidang Studi di sekolah. Alhasil, meski ICMS baru berdiri 2014 telah memiliki sederet prestasi. Sekolah berasrama ini selalu mengedepankan pendidikan akhlak, akidah yang lurus dan ilmu yang bermanfaat.
Para guru selalu dipotimalkan untuk memberikan pelajaran tambahan sesuai keinginan siswa setelah kegiatan belajar siang usai. Tidak hanya itu, para siswa yang lulus harus hafal minimal tiga juz dan harus menunaikan karya tulis muhadoroh ilmiah yang dipresentasikan di depan guru pengujinya. (*)



