Honorer K2 Ngawi Curhat Soal Nasibnya Yang Masih Digantung, DPRD dan Bupati Ikut Berusaha Usulkan Ke Pusat


NGAWI, BN – Permasalahan pengangkatan honorer Kriteria 2 atau yang biasa disebut honorer K2 hingga detik ini masih mencari titik terang.
Bertahun-tahun pegawai yang sudah mengabdikan diri di instansi pemerintah masih terkatung-katung nasibnya karena belum diangkat menjadi Pegawai Negeri.
Miris memang jika melihat kinerja yang malah terkadang lebih baik dari pada pegawai yang sudah berstatus PN hanya diberi imbalan dengan upah yang super minim dibawah upah minimum regional.
Belum lagi untuk menghadapi tuntutan jaman dengan harga kebutuhan yang kian meningkat seperti sekarang, tentunya tenaga honorer K2 menghadapi masalah ekonomi yang besar.
Sebenarnya di tahun-tahun belakangan sering terdengar kabar pengangkatan K2. Namun itu semua hanya berhembus seperti angin saja. Ratusan ribu K2 merasa selama ini pemerintah hanya memberikan harapan palsu dan hanya obral janji belaka.
Salah seorang guru honorer K2 Ngawi yang enggan disebut namanya mengungkapkan , “ Kami sudah capek dengan janji-janji pemerintah yang tak kunjung direalisasikan. Hidup dengan gaji tiga ratus ribu rupiah perbulan sudah kami terima selama bertahun-tahun. Bahkan ada diantara kami yang telah memiliki masa kerja lebih dari sepuluh tahun.” katanya saat ditanya Bidik Nasional.
Saat ditanyai oleh Bidik Nasional lagi apakah bisa jaman sekarang dengan gaji hanya segitu ia menjawab,” Ya bisa aku bisa dibisa-bisaakan aja. Beberapa diantara kami kan memang sebagai kepala keluarga, jadi harus putar otak untuk kehidupan sehari-hai misalnya denga buka usaha rumahan yang modalnya gak terlalu besar seperti ternak atau buka warung.”akunya.
Tahun 2018 ini ada lagi angin segar bagi honoer K2. Pengangkatan PNS besar- besaran oleh pemerintah yang dijadwalkan akan diadakan pada petengahan tahun 2018 sepertinya juga akan melibatkan honorer K2. Tinggal bagaimana daerah terkait untuk mengajukan usulan pengangkatan K2 ini ke pusat.
Ir. Budi Sulistyono juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib K2 yang hingga sekarang belum juga dapat lampu hijau untuk menuju PNS dari pemerintah pusat.
“Saya juga prihatin dengan apa yang dialami oleh K2 khususnya di Ngawi. Jumlahnya masih sangat banyak juga yaitu sekitar 200 lebih. Pasti saya akan mengupayakan sebaik-baiknya terhadap nasib honorer K2. “Ungkapnya
Sejalan dengan itu ditemui di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Djatmiko, MH. M.Si menambahkan bahwa dirinya bersama pemerintah daerah Kabupaten Ngawi akan bemberikan dukungan besar untuk K2 karena selama ini honorer K2 Menjadi salah satu tumpuan jalannya kegiatan setiap instansi di Ngawi.
Lebih khusus lagi dari guru dan dari bidang kesehatan, ia juga berterimakasih atas semua jasa honorer K2 yang rela mengabdi untuk kedua bidang tersebut selama ini meskipun gaji sangat sedikit.
“Saya selalu usulkan pengangkatan K2 di Ngawi. Semoga usulan dan dukungan saya terhadap K2 ini akan segera terealisasi di tahun 2018, “tandasnya. (Dik)



