Pengajian, Halal Bihalal Dan Haul Makam Wiragati Desa Karangsari Kecamatan Pulosari

Bersama K.H. Faqih Mabrur Dari Grobogan dan K.H. Muhammad Dari Moga

PEMALANG, JATENG, BN – Sudah menjadi agenda rutin setiap tahun usai Lebaran Idul Fitri, masyarakat Desa Karangsari, Keca-matan Pulosari, mengadakan acara haul di Makam Wiragati, sekaligus bersilaturahmi antar warga, Minggu (24/06/18).
Dasuki, Kepala Desa Karangsari menyam-paikan kepada media BN, acara haul tahun ini adalah haul yang ke 30, semoga dalam acara haul ini dapat meningkatkan rasa taqwa kepada Allah SWT, dan menjadi sarana silaturahmi sesama warga dan memperat tali persaudaraan.

Hadir dalam acara tersebut Camat Pulosari, Drs. Ahmady yang turut memberikan sambutan mengingatkan kepada masyara-kat akan pilkada yang sebentar lagi akan dilaksanakan serentak kiranya tidak menja-dikan perselisihan dan permusuhan antar warga karena beda pilihan.

K.H. Muhammad dari Moga turut serta memberikan ceramah siraman rohani ten-tang haul ialah salah satu mengingat kepada mati, mengingat bahwa akhirat adalah tempat tinggal yang sesungguhnya. Sebagaimana kain pembungkus mayat disebut kafan, yang mengandung arti kapan-kapan akan membungkus manusia. Maka jika manusia menyadari bahwa akhirat adalah tempat kembalinya yang sesungguh-nya dan abadi, niscaya jangan berani untuk berbuat zolim, ngapusi dan korupsi, karena apa yang didapatkan dan kemudian dima-kan akan menjadi darah yang mengalir dalam badan, dan badan akan mati, kembali kepada Allah SWT, Robbul Izzati.

Ceramah yang diberikan oleh K.H. Faqih Mabrur dari Grobogan juga tidak berbeda, masih membahas tentang haul dan halal bihalal. Halal bil halal menurut penuturan K.H. Faqih Mabrur adalah terbebasnya manusia yang satu dengan yang lain dari kesalahan atau dosa dengan saling memaafkan secara ikhlas, sebagaimana disimbolkan dalam budaya Jawa pada setiap lebaran Idul Fitri dengan membuat kupat sebagai hidangan khas, kupat itu sendiri memiliki arti ngaku lepat. Mengakui kesalahan, dan dengan hati yang lapang mau meminta maaf adalah wujud dari orang yang berhati besar dan bertaqwa, karena siapapun yang mau mengakui kesalahan dan mau meminta maaf tentu akan terhindar dari dosa setelah dimaafkan. (AR)



