Press "Enter" to skip to content

Lahan Warga Terkena Proyek Embung Di Desa Gentan Bulu Sukoharjo Diduga Masih Sengketa Dan Pemilik Telah Meninggal

Proyek Embung di Desa Gentan Bulu Sukoharjo belum berfungsi maximal. (Foto : h74).

SUKOHARJO, JATENG, BN – Proyek Embung yang menelan biaya sebesar hampir Rp 1,37 milyar yang berlokasi di Desa Gentan Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo merupakan Proyek Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo diduga sebagian tanah warga yang terkena proyek embung masih sengketa, namun pemiliknya telah meninggal.

Anggaran yang bersumber dari dana APBN tahun 2009/2010 yang dikerjakan oleh kontraktor  yang berasal dari Jawa Timur disinyalir masih menyisakan masalah sengketa tukar guling tanah warga yang sampai sekarang belum selesai.

Kepala Desa Gentan Kardoyo kepada wartawan menjelaskan, proyek Embung yang sebelumnya merupakan Cekdam dibangun pada tahun 1984 dan direhab tahun 2009 dengan menelan biaya milyaran rupiah pembebasan tanahnya sampai sekarang belum selesai.

Menurut Kades Kardoyo, pada pemerintahan desa dulu tukar guling tanah warga belum rampung dan masih bermasalah sehingga pemilik tanah kebingungan untuk mengurusnya dan sekarang pemilik tanahnya sudah meninggal. Dua warga yang tanahnya belum beres adalah almarhum Selamet Kepuh RT. 4 RW. 9 dan almarhum Yadi Tanjung RT.3 RW.8 . Pada pembebasan pertama waktu Pak Kimo sedangkan rehab tahun 2009 waktu pemerintahan Desa Dwi Cahyono, jelasnya

Kades berharap sengketa tanah warga yang terkena proyek Embung dapat diselesaikan meskipun yang bersangkutan telah meninggal, dan untuk proyek embung dapat dirampungkan sehingga dapat difungsikan bagi masyarakat luas, harapnya. (hery).

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.