Connect with us

Diduga Ada Korupsi Anggaran Kegiatan Pembelanjaan Pada Dinas Di Pemkab Jombang

JATIM

Diduga Ada Korupsi Anggaran Kegiatan Pembelanjaan Pada Dinas Di Pemkab Jombang

JOMBANG, JATIM, BN – Korupsi punya motifasi sendiri dan orang harus belajar mendalam tentangnya untuk bisa memberantas sampai ke akar-akarnya yang memungkinkan korupsi muncul.

Manajemen finansial publik telah menjadi sangat komplek di dalam ekonomi modern, karena jangkauan luas tindakan pemerintah.

Kompleksitas ini telah menciptakan beragam area tidak transparan dan celah-celah yang berpotensi memunculkan tindakan korupsi para pelakunya.

Itu sebabnya pengawasan dan kontrol efektif anggaran belanja bekerja sangat vital.

Langkah ini perlu dilakukan pembuat kebijakan apabila mereka ingin memberantas korupsi dari akar masalahnya.

Korupsi di manajenen finansial publik atau mekanisme/proses anggaran atau pembelanjaan pada kegiatan di kantor dinas pemerintahan adalah persoalan yang paling rawan.

Anggaran pengeluaran/belanja memang disediakan agar pemerintah (dinas pemerintahan) bertanggung jawab mengelolanya, namun layaknya seperti ibu belanja ke pasar selalu tidak tepat atau melibihi anggaran yang dirancang atau bisa dikurangi belanjanya.

Ini sebuah fenomena yang diduga sering terjadi di kantor-kantor dinas pemerintahan sekarang.

Seperti yang terjadi saat ini dugaan korupsi disalah satu dinas di Pemkab Jombang yang masih belum terendus aparat hukum.

Modus, pada pembelanjakan diduga tidak bisa membuktikan bahwa anggaran itu di belanjakan keseluruhan.

Pada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) nya dugaan kuat telah di rekayasa. Diduga setelah ketahuan setelah ada pemeriksaan oleh Inspektorat di temukan bukti kurang kuat anggaran pada kegiatan tersebut tidak di belanjakan keseluruhannya.

Pihak Inspektorat pun agak gugup ketika wartawan koran ini mengkonfirmasikan dugaan kasus uang belanja kurang lebih 250 Juta tersebut.

Kepala Inspektorat Nyoman Swardana sambil mengkerutkan alisnya mengatakan,” dari mana anda tahu, aach… itu masih kita tindak lanjuti, tunggu aja nanti ya, ini saya lagi mau rapat….,” jawabnya pada Bidik Nasional (BN).

Sementara kepala seksi di bidang yang diduga telah terjadi penyelewengan dengan anggaran tersebut mangatakan ketika di temui BN,” kita kena klaim itu mas, karena kita tidak bisa membuktikan kwitansi pembelian, jadi itu sudah tidak ada masalah kok, nanti saya tunjukkan buktinya,” ujarnya kepada BN.

Tetapi ketika hari-hari berikutnya bukti akan berikan kepada wartawan koran ini selalu berbelit-belit hingga sekarang.

Pertanyaannya, benarkah telah terjadi dugaan kasus korupsi di kantor dinas pemkab ini.

Sampai saat ini dengan adanya dugaan kasus uang pembelanjakan dikorupsi semua oknum pejabat setempat di kantor dinas tersebut seakan tutup mata, bahkan kepala dinas pun selalu slintutan dan sembunyi-sebunyi karena takut untuk di konfirmasi oleh Wartawan Koran ini.

Bahkan Sekda Plt Iksan Gunajati ketika dikonfirmasi hanya mengatakan,” nanti akan kita panggil semua dan kita rapatkan,” ujarnya kepada BN.

Perlu diketahui, bahwa pintu masuknya korupsi di manajemen finansial publik. Perumusan selalu di pengaruhi oleh kebijakan.

Pembelanjaan tahun sebelumnya : di fase ini, ferivikasi dan otoritas dari lembaga terkait rentan korupsi dan kolusi, sehingga data Laporan Pertanggung Jawab (LPJ) yang di peroleh diduga sudah tidak akurat, karena sudah dilakukan untuk menyembunyikan penyimpangan, pencurian dan penggelembungan anggaran.

Pengecekan dan hasil audit diduga sudah tidak akurat dan tidak transparan menjadi penyebabnya, terlebih jika pengawasan anggaran di tahun sebelumnya dan penegakan sanksinya sangat lemah.

Sementara itu, dengan adanya dugaan korupsi di salah satu kantor dinas pemkab jombang ini, baik LSM, media dan masyarakat luas berhak mendapatkan infomasi penting yang memang perlu mereka kritisi.

Kerja sama masyarakat sehingga dapat mengurangi kecenderungan korupsi di sektor anggaran pembelanja’an pemerintah (manajeman finansial publik) (tok) Bersambung….

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATIM

Advertisement




Trending

Advertisement Free counters!
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
To Top
%d blogger menyukai ini: