Press "Enter" to skip to content

Wali Murid SDN 1 Baturan Gantiwarno Klaten Keluhkan Potongan Dana PIP, Namun Pihak Sekolah Membantah

Ilustrasi

KLATEN, JATENG,  BN – Penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 1 Baturan, Gantiwarno, Klaten menyisakan kabar tak sedap. Wali murid di sekolah tersebut mengeluhkan adanya potongan sebesar Rp 50.000 saat pencairan dana PIP.

Kepada Bidik Nasional, salah seorang wali murid menceritakan, dana PIP sebenarnya sudah masuk ke rekening siswa di BRI. Pengambilan dana PIP dilakukan oleh siswa ditemani orangtua dan guru sekolah.

“Gurunya menunggu di luar bank, kalau uangnya sudah diambil terus diberikan kegurunya. Wali murid dikumpulkan rapat di sekolah dan saat itu uang diserahkan ke wali murid tapi jumlahnya hanya 400 ribu. Yang 50 ribu bilangnya untuk bikin tempat parkir sepeda, tetapi sampai sekarang tempat parkirnya tidak pernah ada,” beber wali murid yang minta dirahasiakan identitasnya, Selasa (9/10).

Ia menambahkan, pernah juga saat pencairan uang PIP dipotong dengan alasan untuk pemerataan bagi siswa yang tidak menerima bantuan PIP.

“Uangnya dikumpulkan bilangnya untuk siswa lain yang tidak menerima PIP. Tetapi saat saya tanya ke wali murid yang tidak terima PIP bilangnya tidak pernah menerima bantuan dari sekolah,” kata wali murid SDN 1 Baturan Gantiwarno Klaten.

Merespon permasalahan tersebut, pihak sekolah segera mengumpulkan 37 wali murid penerima dana PIP yang turut dihadiri Ketua Komite SDN 1 Baturan Sukarni, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Gantiwarno Dwi Yanto dan Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Klaten, Sri Winarni, Jumat (12/10).

Kepala SDN 1 Baturan Gantiwarno Y. Sukardi  menjelaskan, uang Rp 50.000 pemberian dari wali murid merupakan sumbangan untuk pembuatan lahan tempat parkir. Usulan dari wali murid tersebut disetujui dalam rapat dengan komite. Dana tersebut sebenarnya masih dirasa kurang dan akan dimintakan bantuan ke pemerintah desa. Kasek menduga ada wali murid yang tidak ikhlas sehingga memunculkan isu seperti ini.

“Bila ada wali murid yang keberatan memberikan sumbangan silahkan menghubungi saya atau ketua komite, nanti akan saya kembalikan dengan menggunakan uang pribadi saya,” kata Kasek SDN 1 Baturan Gantiwarno.

Ketua Komite SDN 1 Baturan Gantiwarno mengatakan, rencana pembuatan tempat parkir sepeda bermula dari keprihatinan karena belum adanya tempat parkir sepeda milik siswa. Setiap hari ratusan sepeda milik siswa bila hujan kehujanan dan panas kepanasan.

“Melalui musyawarah wali murid penerima dana PIP sepakat memberikan sumbangan Rp 50 ribu dan saat ini sudah terkumpul dana sebesar Rp1.850.000 yang berasal dari 37 wali murid. Saat ini dana yang sudah terkumpul masih disimpan di bendahara,” kata Sukarni.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Klaten, Sri Winarni mengatakan, dalam pertemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa, tidak terjadi pemotongan dana PIP di SDN 1 Baturan Gantiwarno seperti yang dituduhkan wali murid.

Menurutnya, sesuai aturan dana PIP harus diterima utuh oleh siswa dan tidak boleh dipotong dengan alasan apapun juga.

“Dana sudah di serahkan ke wali murid dengan tanda terima.  Ternyata wali murid dan komite sekolah melalui rapat sudah tercapai kesepakatan untuk membuat tempat parkir sepeda. Jelas tidak terjadi pemotongan dana PIP tetapi bentuknya sumbangan. Komite sekolah besok saya minta untuk mengumpulkan kembali seluruh wali murid SDN 1 Baturan untuk membahas pembuatan tempat parkir sepeda, tidak hanya mengumpulkan wali murid penerima dana PIP saja,” kata Sri Winarni.  (rkt).

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *