Tabligh Akbar Ustad Abdull Somad Di Gayo Lues Diwarnai Insiden Pejabat Yang Arogan

0
Puluhan ribu warga Gayo Lues memadati Lapangan Pancasila

GAYO LUES, ACEH, BN – Tabligh  akbar Ustad Abdul Somad (UAS)  yang  di laksanakan di lapangan Pancasila,  Di kecamatan Blangkejeren  kabupaten Gayo Lues  seperti meninggalkan kenangan  pahit bagi sebagian camat yang ada di gayo lues.

Pantauan BN dilapangan, Kamis, (8/11). Salah satu pejabat Pemkab mempertontonkan sifat yang tak terpuji di depan puluhan ribu orang yang mau mendengar kan ceramah Ustad Abdul Somad di Gayo Lues.

Tindakan yang tidak seharusnya diucapkan di depan umum oleh seorang pejabat selevel Kepala Bagian  Umum (Kabag Umum) kepada para camat di  lingkungan Pemkab Gayo Lues di depan masyarakat umum.

Seperti tutur kata yang tidak menunjukkan sebagai seorang pejabat, semestinya seorang pejabat punya etika cara berkomunikasi yang baik sesama coleganya.

Kejadian ini terjadi  pada saat acara yang akan di mulai. Salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Gayo Lues melalui pengeras suara memberikan perintah untuk para Camat untuk pindah tempat duduk di tempat lain. “Hai Camat Camat tidak duduk disini pindah pindah” melalaui pengeras suara.

Pantauan BN di lokasi sudah puluhan ribu pasang mata memadati lapangan Pancasila untuk menanti dan ingin mendengarkan ceramah dari ustad Abdul Somad. Salah satu warga, (nama ada pada redaksi) yang ada di tempat kejadian di temui BN. “Masa pejabat Bagian Umum berkoak koak di mic menyuruh camat pindah tempat duduk, kan bisa dengan bisikan pelan di omong kan  kalau itu bukan tempat nya. Mungkin saja Bupati atau Wabup salah pilih orang untuk menjadi Kabag Umum” ujar nara sumber yang enggan nama nya di tulis.

Pak Camat kan termasuk orang no satu di kecamatan, kalau diperlakukan seperti itu kan malu apalagi di soraki sama masyarakat. Harga dari pak Camat di kemanakan, sambungnya.

Sehari kemudian BN kofermasi Kepala Bagian Umum, Anuar Sahadat via ponselnya, Jumat, (9/11). “Saya  tidak ber maksud merendahkan para Camat, karna tempat itu bukan tempat para camat. Itu tempat duduk seperti Forpimda dan para Kadis” ujar Anuar Syahadat.

Sebenarnya pada waktu itu saya sedang pusing karna ada 3 tempat kegiatan yang saya pantau. Hal ini saya sudah minta maaf  ke Camat karna Camat itu teman saya juga tapi masyarakat kan tidak tahu bahwa saya sudah meminta maaf ke Camat, pungkasnya.(dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *