Pemdes Saung Dadi Salurkan Beras ke 194 KPM, Kades Sarno: Jangan Jual, Penuhi Kebutuhan Pangan Keluarga

OKU TIMUR, BIDIKNASIONAL.com – Pemerintah Desa Saung Dadi, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur, menyalurkan bantuan beras kepada sebanyak 194 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kamis 17/09/26.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Saung Dadi dan diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat.
Bantuan beras ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Kepala Desa Saung Dadi, Sarno, menyampaikan kepada seluruh penerima agar bantuan beras yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga dan tidak diperjualbelikan.
“Beras ini agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Saya berharap jangan sampai bantuan ini dijual. Meskipun ini merupakan bantuan pemerintah, tujuannya untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan ketahanan pangan keluarga,” ujar Sarno.
Sarno juga mengingatkan masyarakat agar menjaga perilaku dan tidak terlibat dalam aktivitas perjudian, khususnya judi online. Ia menyampaikan bahwa adanya ketentuan atau mekanisme pemerintah terkait penerima bantuan harus menjadi perhatian masyarakat.
“Saya tegaskan, seandainya ada anggota keluarga, anak atau suaminya yang bermain judi online, sewaktu-waktu bantuan bisa saja tidak diterima lagi. Jangan menyalahkan pemerintah desa, karena ada mekanisme dari pemerintah pusat yang dapat melakukan pemblokiran atau pendiskualifikasian penerima bantuan,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang penerima manfaat, Sainah, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas bantuan beras yang diterimanya.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kami berterima kasih karena sudah dibantu beras. Bantuan ini akan kami gunakan dan dimasak untuk kebutuhan keluarga,” tutur Sainah.
Penyaluran bantuan beras tersebut berlangsung di Kantor Desa Saung Dadi dan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat. (Nelis Sri Wahyuni)



