Connect with us

Pembangunan Drainase di Wonoboyo Wonogiri Diduga Tidak Transparan

58 views

JATENG

Pembangunan Drainase di Wonoboyo Wonogiri Diduga Tidak Transparan

WONOGIRI, JATENG, BN-Pembuatan drainase di lingkungan Dusun Banaran RT 01 RW 10 Wonoboyo memunculkan kabar tak sedap. Warga desa mempertanyakan alokasi anggaran dana untuk pengerjaan proyek yang dianggap tidak transparan.

Menurut warga, sekitar bulan Maret sampai April 2019 proyek drainase sudah mulai dikerjakan dengan cara kerja bakti. Namun warga menduga ada penyelewengan terkait upah tenaga kerja. Hal tersebut dapat terlihat dari munculnya dua nama yang diduga fiktif yang konon merupakan titipan dari pihak kelurahan.

Lurah Wononoyo, Kabupaten Wonogiri Sugiyarno kepada Bidik Nasional mengatakan bahwa pada tahun 2019 tidak ada pembangunan talud ataupun drainase di lingkungan RT 01 RW10 Banaran Wonoboyo. Menurutnya, hanya ada satu spot yang direalisasikan di tahun 2018 yakni drainase dari program PIP senilai Rp 35 juta dan telah selesai pengerjaan dan pelaporannya. Terkait adanya pemindahan titik lokasi yang dikerjakan, Sugiyarno menjelaskan kalau ada pemindahan atau pengalihan lokasi seharusnya ada berita acara dan tidak semudah tinggal memindahkan begitu saja karena penentuan tersebut telah sesuai SK bupati.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 10,Sabar Yuwono ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa proyek drainase di wilayahnya merupakan proyek swakelola yang berasal dari dana PIP dan dikerjakan pada tahun 2018. Menurutnya, pengerjaan juga dilakukan oleh warga di lingkungan Banaran dengan rentang waktu selama 3 minggu.

“Selesai pengerjaan pada saat pertemuan warga RT juga saya sampaikan bahwa ada sisa dana proyek  sekitar dua juta  yang merupakan  upah saya sebagai pengawas. Dana tersebut tidak saya ambil justru saya bantukan ke warga,” katanya.

Beberap warga  saat di temui menghendaki proyek tersebut dapat di usut lantaran ada kejanggalan  soal upah pekerja yang konon lebih sering di kerjakan secara gotong royong atau kerjabakti. Bahkan informasinya,dana yang di cairkan hanya senilai Rp 26 juta. Warga juga merasa curiga saat lokasi titik yang di bangun karena awalnya bukan di titik tersebut.

Warga juga membenarkan dengan adanya proyek  bantuan tersebut, yang pelaksanaanya menjelang pemilu,akan tetapi masih banyak warga yang tidak tahu berapa anggaran yang di kelola atau dibelanjakan. Warga berkeinginan masalah tersebut bisa dan segera di usut tuntas sehingga kedepannya menjadi pembelajaran bagi para pemangku kebijakan di level kelurahan di wilayah Pemerintahan  Kabupaten Wonogiri. (Ong74)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATENG

Advertisement




Trending

Advertisement Free counters!
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
To Top
%d blogger menyukai ini: