Bupati Sri Mulyani : Stok Beras Surplus dan Tidak Ada Beras Import di Klaten


KLATEN, JATENG, BN – Bupati Sri Mulyani memastikan stok beras aman dan tidak ditemukan adanya serbuan beras import yang masuk ke wilayah Kabupaten Klaten. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sri Mulyani saat bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan sidak ke pusat penggilingan padi milik Harjono (68) di Desa Kepanjen, Delanggu, Rabu (16/1) siang.
“Selama ini Klaten dikenal sebagai lumbung beras nasional. Luas panen padi di Kabupaten Klaten ada 74.372 hektare dengan produktivitas 5,8 ton per hektare. Produksi gabah di Klaten sampai Januari 2019 sebanyak 431.359 ton atau setara 259.291 ton beras sementara untuk konsumsi beras rakyat Klaten 125.103 ton. Jadi ada surplus 131.188 ton,” jelas Bupati Sri Mulyani kepada wartawan.
Menurut Bupati Sri Mulyani, untuk harga gabah di tingkat petani Rp 5.600 sampai Rp5.700 per kilogram dan harga gabah pembelian pemerintah Rp 4.600 per kilogram. Sedangkan harga beras premium Rp10.300 per kilogram dan harga beras medium Rp 9.600 per kilogram.
“Harga beras di Klaten tidak anjlok namun juga terjangkau oleh masyarakat,” kata Bupati Sri Mulyani.
Sementara itu salah seorang pengusaha penggilingan padi yang juga ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur Desa Kepanjen, Delanggu, Harjono menyatakan, kalau beras import tidak ada di Klaten. Yang ada adalah para tengkulak atau penebas padi dari kabupaten lain yang masuk ke Klaten. Menurutnya, pengusaha padi di Klaten selama ini juga mampu membeli harga padi atau gabah petani sesuai dengan Harga Eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. (rkt)



